SORANA.CO.ID-INDRAMAYU JAWA BARAT:Sejak lama lokasi Jembatan Sewo perbatasan daerah Kabupaten Subang dengan Kabupaten Indramayu Jawa Barat,dijadikan warga setempat baik warga Indramayu maupun Subang setiap hari terlihat di lokasi jembatan Sewo untuk menjaring uang recehan dari pengendara motor-mobil lintas batas jembatan yang lempar uang receh.
Dari hasil lemparan uang dari pengemudi mobil maupun penumpang ketika lintas jembatan Sewo maka warga di lokasi dengan menggunan alat sapu lidi yang panjang maupunn alat lainnya uang recehan di ambil oleh pengemis di jembatan sewo tersebut.
Pelaku pengemis jembatan sewo ini setiap hari libur jumlahnya mencapai ratusan orang pengemis terbuka.Fakta terjadi jembatan sewo tersebut ajang lahan usaha pengemis pantura Jawa Barat.Apakah hal ini tetap dibiarkan tanpa meliha faktor lain keselematan pengemudi jalanan dan juga membuat tingkat kemacetan din Jalur Pantura Jabar.
Keselamatan pengemudi khususnya lintas jalur Pantura tepatnya di lokasi Jembatan Sewo harus jadi pekerjaan serius oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dengan Bupati Subang dan Bupati Indramayu,yangb memiliki hak untuk melindungi dan cari solusi untuk rakyat untuk dapat menutup permanen kegiatan pengemis jalanan jembatan sewo tutup selesai.
Pemerintah Privinsi Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Bupati Subang Renaldy Putra Andita Budi Raemi dengan Bupati Indramayu Lucky Hakim tampaknya meilihat rakyat jadi pengemis di JALUR PANTAI UTARA (PANTURA) harus gerak cepat jangan di jadikan mitos daerah peristiwa jembatan sewo di gunakan ancak bagi warga setempat mengadang unag recehan dari pengemudi lintas jalur tersebut-(www.sorana.co.id//raskhanna s depari)








